Selasa, 04 Juli 2017

MARHAEN DAN PROLETAR

MARHAEN  dan  PROLETAR
MARHAEN DAN PROLETAR

Marhaenisme bukanlah istilah yang baru dalam bahasa kehidupan sehari-hari terutama dalam konteks bermasyarakat dan bernegara. Istilah Marhaenisme bahkan lebih tua dibandingkan dengan usia Republik Indonesia, karena istilah tersebut telah muncul pada masa sebelum diproklamasikannya kemerdekaan Republik Indonesia sebagai sebuah alat sekaligus teori perjuangan yang digunakan untuk mewujudkan kemerdekaan dan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Istilah Marhaenisme pertama kali diawali dengan munculnya istilah Marhaen yang dicetuskan oleh Soekarno dalam pidato-pidatonya di berbagai tempat ketika memimpin Partai Nasional Indonesia (PNI) pada tahun 1927, dan semakin sering dicetuskan oleh Soekarno pada tulisan-tulisannya di beberapa media cetak saat itu seperti Suluh Indonesia Muda, Fikiran Rakyat, dan Pemandangan.
Universitas Sumatera Utara menjalankan upaya tersebut secara sistematis dan sangat intensif sehingga tidak hanya menghancurkan kekuatan Soekarno secara fisik, tetapi juga mental ideologis.
Marhaenisme sebagai teori perjuangan dirumuskan oleh Soekarno untuk membebaskan rakyat Indonesia saat itu dari penderitaan dan kesengsaraan akibat praktek feodalisme oleh bangsa sendiri dan kapitalisme, imperialisme dan Selain itu, Partai Nasional Indonesia (PNI) sebagai kekuatan politik di luar Soekarno yang menggunakan Marhaenisme sebagai asasnya, telah berfusi ke dalam Partai Demokrasi Indonesia pada tahun 1975.
 Marhaenisme, yaitu sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi.
1.     Marhaen yaitu kaum proletar Indonesia, k a u m tani Indonesia yang melarat dan kaum melarat Indonesia .
2.     Partindo memakai perkataan Marhaen, dan tidak :proletar, oleh karena perkataan proletar sudah termaktub di dalam per­kataan Marhaen, dan oleh karena perkataan proletar itu bisa juga diartikan bahwa kaum tani dan lain-lain kaum yang melarat tidak termaktub di dalamnya.
3.     Karena Partindo berkeyakinan, bahwa di dalam perjoangan, kaum melarat Indonesia lain-lain itu yang harus menjadi elemen­elemennya (bagian-bagiannya), maka Partindo memakai
perkataan Marhaen itu.
1.     Di dalam perjUangan Marhaen itu maka Partindo berkeyakinan, bahwa kaum proletar mengambil bagian yang besar sekali.
2.     Marhaenisme adalah azas yang menghendaki susunan masyarakat dan susunan negeri yang di dalam segala haLnya menjelamatkan Marhaen.
3.     Marhaenisme adalah pula cara-perjoangan untuk mencapai susunan masyarakat dan susunan negeri yang demikian itu, yang oleh karenanya, harus suatu cara-perjoangan yang
re­volusioner.
1.     Jadi Marhaenisme adalah: cara-perjoangan dan azas yang menghendaki hilangnya tiap-tiap kapitalisme dan imperialisme.
2.     Marhaenis adalah tiap-tiap orang bangsa Indonesia, yang menjalankan Marhaenisme.

Sembilan kalimat dari putusan ini sebenarnya sudah cukup terang menerangkan apa artinya Marhaen dan Marhaenisme. Memang perkataan-perkataannya disengaja perkataan-perkataan yang popular, sehingga siapa sahaja yang membacanya, dengan segera mengerti apa maksud­-maksudnya. Namun, – ada satu kalimat yang sangat sekali perlu diterang­kan lebih luas, karena memang sangat sekali pentingnya. Kalimat itu ialah kalimat yang kelima.
Marhaen adalah seorang petani kecil yang menginspirasi presiden pertama RI, Soekarno. ... Soekarno mendengungkan nama Marhaen dalam pidato pembelaan Indonesia Menggugat
, Marhaenisme diambil dari seorang petani bernama Marhaen yang hidup di Indonesia dan dijumpai Bung Karno pada tahun 1926-1927. Dalam versi yang berbeda, nama petani yang dijumpai Bung Karno di daerah Bandung, Jawa Barat itu adalah Aen.
“Di dalam perjoangan Marhaen itu, maka Partindo berkeyakinan, bahwa kaum proletar mengambil bagian yang besar sekali.”
 Satu kalimat ini sahaja sudahlah membuktikan, bahwa cara-perjoangan yang dimaksudkan ialah cara-perjoangan yang tidak ngalamun, cara-perjoangan yang rasionil, cara-perjoangan yang “menurut kenya­taan”, – cara-perjoangan yang modern. Sebab, apa yang dikatakan di situ? Yang dikatakan di situ ialah, bahwa di dalam perjoangan Marhaen, kaum proletar mengambil bagian yang besar sekali.
 Ya, di sini dibikin perbedaan faham yang tajam sekali antara Marhaen dan proletar. Memang di dalam kalimat nomor 2, nomor 3 dan nomor 4 daripada putusan itu adalah diterangkan perbedaan faham itu: bahwa Marhaen bukanlah kaum proletar (kaum buruh) sahaja, tetapi ialah kaum proletar dan kaum tani-melarat dan kaum melarat Indonesia yang lain-lain, – misalnya kaum dagang kecil, kaum ngarit, kaum tukang kaleng, kaum grobag, kaum nelayan, dan kaum lain-lain.
Dan kemoderenannya dan kerasionilannya kalimat nomor 5 itu ialah, bahwa di dalam perjoangan­ bersama daripada kaum proletar dan kaum tani dan kaum melarat lain-lain itu, kaum proletarlah mengambil bagian yang besar sekali: Marhaen seumumnya sama berjoang, Marhaen seumumnya sama merebut hidup, Marhaen seumumnya sama berikhtiar mendatangkan masyarakat yang menyelamatkan Marhaen-seumumnya pula – namun kaum proletar yang mengambil bagian yang besar sekali.
inilah yang saya sebutkan modern, inilah yang bernama rasionil. Sebab kaum proletarlah yang kini lebih hidup di dalam ideologi-modern, kaum proletarlah yang sebagai klasse lebih langsung terkenal oleh kapitalisme, kaum proletarlah yang lebih “mengerti” akan segala-galanya kemoderenan sosio-nasionalisme dan sosio-demokrasi.

Mereka lebih “selaras zaman”, mereka lebih “nyata fikirannya”, mereka lebih “konkrit”, dan … mereka lebih besar harga-perlawanannya, lebih besar ,gevechtswaarde-nya dari kaum yang lain-lain. Kaum tani adalah umumnya masih hidup dengan satu kaki di dalarn ideologi feodalisme, hidup di dalam angan-angan mistik yang melayang-layang di atas awang-awang, tidak begitu “selaras zaman” dan “nyata fikiran” sebagai kaum proletar yang hidup di dalam kegemparan percampur-gaulan abad keduapuluh. Mereka masih banyak mengagung­-agungkan ningratisme, percaya pada seorang “Ratu Adil” atau “Heru Cokro” yang nanti akan menjelma dari kayangan membawa kenikmatan sorga-dunia yang penuh dengan rezeki dan keadilan, ngandel akan “kekuatan-kekuatan rahasia” yang bisa “memujakan” datangnya pergaulan-hidup-baru dengan termenung di dalam  guha.

 Mereka di dalam segala-galanya masih terbelakang, masih “kolot”, masih “kuno”. Mereka memang sepantasnya begitu: mereka punya pergaulan-hidup adalah pergaulan-hidup “kuno”. Mereka punya cara-produksi adalah cara-produksi dari zamannya Medang Kamulan dan Majapahit, mereka punya beluku adalah belukunya Kawulo seribu lima ratus tahun yang lalu, mereka punya garu adalah sama tuanya dengan nama garu sen­diri, mereka punya cara menanam padi, cara hidup, pertukar-tukaran hasil, pembahagian tanah, pendek seluruh kehidupan sosial-ekonominya adalah masih berwarna kuno, 

 Sebaliknya kaum proletar sebagai kelas adalah hasil-langsung daripada kapitalisme dan imperialisme. Mereka adalah kenal akan paberik, kenal akan mesin, kenal akan listrik, kenal akan cara-produksi kapitalisme, kenal akan segala kemoderenannya abad keduapuluh. Mereka ada pula lebih langsung menggenggam mati-hidupnya kapitalisme di dalam mereka punya tangan, lebih direct mempunyai gevechtswaarde anti-kapitalisme. Oleh karena itu, adalah rasionil jika mereka yang di dalam perjoangan anti-kapitalisme dan imperialisme itu berjalan di muka, jika mereka yang menjadi pandu, jika mereka yang menjadi “voorlooper”, – jika mereka yang menjadi “pelopor”. Memang! Sejak adanya soal “Agrar­frage” alias “soal kaum tani”

sejak adanya soal ikutnya si tani di dalam perjoangan melawan stelsel kapitalisme yang juga tak sedikit menyengsarakan si tani itu, maka Marx sudah berkata bahwa di dalam perjoangan tani & buruh ini, kaum buruhlah yang harus menjadi “revolutionaire voorhoede” alias “barisan-muka yang revolusioner”: kaum tani harus dijadikan kawannya kaum buruh, dipersatukan dan dirukunkan dengan kaum buruh, dihela dalam perjoangan anti-kapitalisme agar jangan nanti menjadi begundalnya kaum kapitalisme itu, – tetapi di dalam perjoangan-bersama ini kaum buruhlah yang “menjadi pemanggul panji-panji revolusi sosial”. Sebab, memang merekalah yang, menurut Marx, sebagai klasse ada suatu “sociale noodwendigheid”, dan memang kemenangan ideologi merekalah yang nanti ada suatu “historische nood­wendigheid”, – suatu keharusan riwayat, suatu kemustian di dalam riwayat.
 Welnu, jikalau benar ajaran Marx ini, maka benar pula kalimat nomor 5 daripada sembilan kalimat di atas tahadi, yang mengatakan bahwa di dalam perjoangan Marhaen, kaum buruh mempunyai bagian yang besar sekali.
 1)       Sociale noodwendigheid = suatu keharusan di dalam masyarakat.
Tetapi orang bisa membantah bahwa keadaan di Eropah tak sama dengan keadaan di Indonesia? Bahwa di sana kapitalisme terutama sekali kapitalisme kepaberikan, sedang di sini ia adalah terutama sekali kapitalisme pertanian? Bahwa di sana kapitalisme bersifat “zuivere industrie”, sedang di sini ia buat 75% bersifat “onderneming” gula„ “onderneming” teh, “onderneming” tembakau, “onderneming” karet, “onderneming” kina, dan lain sebagainya? Bahwa di sana hasil kapitalisme itu ialah terutama sekali kaum proletar 100%, sedang di sini ia terutama sekali ia menghasilkan kaum tani-melarat yang papa dan sengsara? Bahwa di sana memang benar mati-hidup kapitalisme itu ada di dalam genggaman kaum proletar, tetapi di sini ia buat sebagian besar ada di dalam genggaman kaum tani? Bahwa dus sepantasnya di sana kaum proletar yang menjadi “pembawa panji-panji”, tetapi di sini belum tentu harus juga begitu.
 benar kapitalisme di sini adalah 75% industri-kapitalisme pertanian, benar mati-hidupnya kapitalisme di sini itu buat sebagian besar ada di dalam genggamannya kaum tani, tetapi hal ini tidak merobah kebe­naran pendirian, bahwa kaum buruhlah yang harus menjadi “pembawa panji-panji”. Lihatlah sebagai tamzil sepak-terjangnya suatu tentara yang menghancurkan tentaranya musuh adalah tenaga daripada seluruh tentara itu, tetapi tokh ada satu barisan daripadanya yang ditaruh di muka, berjalan di muka, berkelahi mati-matian di muka,- mempe­ngaruhi dan menyalakan kenekatan dan keberaniannya seluruh tentara itu: barisan ini adalah barisannya barisan pelopor. Nah, tentara kita adalah benar tentaranya Marhaen, tentaranya kelas Marhaen, tentara yang banyak mengambil tenaganya kaum tani, tetapi barisan pelopor kita adalah barisannya kaum buruh, barisannya kaum proletar. 
Oleh karena itu, pergerakan kaum Marhaen tidak akan menang, jika tidak sebagai bagian daripada pergerakan Marhaen itu diadakan barisan “buruh dan sekerja” yang kokoh dan berani. 

                                                                                             by; mochtadin si bered

DEMOKRASI POLITIK DENGAN DEMOKRASI EKONOMI

Hasil gambar untuk DEMOKRASI SOSIAL



DEMOKRASI POLITIK DENGAN DEMOKRASI EKONOMI = DEMOKRASI SOSIAL

NegeriEropa mengenal parlementair democratie sesudah adanya Revolusi Perancis, yang terjadi pada penghabisan abad 18 dan permulaan abad 19. Parlementaire democratic (demo­krasi dengan parlemen) inilah yang dinamakan     demokrasi politik atau politiek demokrasi : Semua lapisan rakyat mempunyai hak bercampur tangan di dalam politik kenegaraan, hak buat memilih ang­gauta parlemen dan dipilih menjadi anggauta parlemen.maka memang cara pemerintahan semacam ini seperti sudah bisa menyenangkan 100% kepada rakyat .sudah boleh memilih atau dipilih buat parlemen, boleh membuat usul ini atau itu, boleh menyetem pro kalau mufakat dan boleh menyetem menolak kalau tidak mufakat, boleh mengadakan undang-undang baru atau meniadakan undang-undang lama, boleh menjatuhkan menteri yang tidak disenangi atau mengangkat men­teri baru yang dicocoki. 

Tetapi di dalam praktek­nya ternyata, rakyat di dalam negeri-negeri yang memakai cara­ pemerintahan yang demikian itu, belumlah  senang. Di negeri-­negeri yang ada parlemen, terutama di dalam urusan ekonomi, rakyat-jelata masih  banyak menderita kemiskinan. Di negeri-negeri yang ada politiek demokrasi itu seperti Perancis, seperti Inggeris, seperti Amerika, Belgia, Nederland, Zwedia, Norwegia, maka di situlah ada kapitalisme.
Di negeri-negeri itu malahan subur kapitalisme itu, subur stelsel cara-produksi dengan memakai tenaga perburuhan.

Memang dari trich-tumbuhnya politiek  demokrasi  itu sudah tampaklah bahwa politiek demokrasi  itu “ada apa-apanya”. Dad ontstaans-vormnya ia nyata satu demokrasi yang tidak sempurna bagi rakyat. 
Perancis-lah tempat buatannya parlementaire democratie itu. Sebelum silamnya abad ke 18 maka Perancis adalah satu negeri yang feodal. Cara pemerintahan di situ adalah cara pemerintahan yang autokratis: Kekuasaan kene­garaan, kekuasaan membuat undang-undang, kekuasaan kehakiman, semuanya itu adalah memusat ketangannya seorang raja, yang sama sekali cakrawarti di dalam segala urusan negara.

Mula-mulatidak terlalu teranglah oleh kelas-baru ini keburukannya cara pemerintahan feodal itu.Tetapi mereka selalu bertambah penting di dalam produksi-produksi masyarakat Perancis. Mereka punya perusahaan-perusahaan di mana-mana. Akhir­nya pada silamnya abad 18 terasalah betul oleh mereka cara ­pemerintahan absolute monarchie itu sebagai satu belenggu yang mengikat kegiatan mereka. Segala-gala kekuasaan di tangan raja, segala-gala hukum datangnya dari situ, mereka harus menurut dan menerima saja, padahal mereka Tidak bisa subur betul mereka punya perusahaan-perusahaan itu, selama wet-wet feodal, selama masih wet-wet negeri, selama aturan negara hanya menguntung­kan kepada raja dan adel dan geestelijkheid sahaja,- selama bukan mereka sendiri yang memegang kemudi pemerintahan. Sebab hanya mereka, hanya merekalah sendiri yang tahu betul-betul undang­ undang apa yang mesti diadakan buat menyuburkan perusahaan mereka,

Jalansatu-satunya ialah merebut kekuasaan itu! Merebut kemudi pemerintahan dari tangannya raja dan ningrat dan penghulu agama, merebut kecakrawartian itu dari tangannya feodale autocratie, – ke dalam tangan mereka sendiri! 
Di sinilah kaum perusahaan itu lantas memainkan satu rol yang paling haibat di dalam mereka punya sejarah: mereka mencari kekuatan itu di kalangan rakyat-jelata!, Mereka semangatkan rakyat-jelata Mereka tahu, – sudah lama rakyat-jelata itu menggerutu. Sudah lama rakyat-jelata itu marah dan dendam, karena ditindas oleh feodale autocratie itu. Baik di kota-kota besar seperti Paris dan Lyon maupun di dusun-dusun seluruh Perancis, rakyat-jelata miskin dan papa-sengsara, diperas habis-habisan oleh raja dan ningrat dan penghulu-penghulu agama itu, ditumpas semua hak-haknya sehingga boleh dikatakan tiada hak lagi baginya sama sekali. 

Apa yang lebih mudah daripada membang­kitkan rakyat-jelata itu supaya berjoang melawan penindas-penindasnya itu? Dibangkitkan dus dengan semboyan parlementaire democratie, yakni cara-pemerintahan yang berdasar kepada suara rakyat dan kehendak rakyat.

 Dan haibatlah juga kesediaan rakyat-jelata Perancis buat ber­juang mati-matian melaksanakan tuntutan-tintutan dan semboyan­-semboyan itu! Hatinya tertangkap sama sekali oleh keindahan. sinarnya idealisme-baru itu, berkobar-kobar menyala-nyala menyundul langitnya extase, menghaibatkan dendamnya rakyat-jelata Perancis itu menjadi satu “revolutionnaire wil”, satu “kemauan revolutionnair”, yang meng­gelombang menghantam tembok-temboknya kekuasaan feodale autocratie itu dengan cara yang gemuruh gegap-gempita! Raja runtuh, kaum ningrat runtuh, kaum penghulu agama runtuh, semua elemen-elemennya feodale autocratie itu runtuh oleh hantamannya ofensief rakyat-jelata Perancis.

Republik  parlementaire demokrasi.

Sejak pertengahan abad ke 19, boleh dikatakan seluruh Eropa Barat sudahlah menjadi padangnya sistim-sistim baru parlementaire democratie itu: parlemen pembuat wet, parlemen pengontrol tiap-tiap perbuatan pemerintah, parlemen pemegang kemudinya perahu.
 Tetapi Justru di Eropah Barat itulah pada pertengahan abad ke19 kapitalisme mulai menaik betul-betul. Justru di Eropah Barat itulah  dari waktu itu kelas burjuis menjadi maha-kuasa. Kelasnya feodalendom surut dan silam, kelasnya otokrasi keningratan hilang dan hapus, tetapi tempatnya digan­tilah dengan kelasnya kapitalismendom yang maha-kaya. Dan rakyat­ jelata, rakyat-jelata itu di lapangan ekonomi tetaplah papa-sengsara. Rakyat-jelata itu di lapangan ekonomi tetaplah kelas yang menderita, tetaplah duduk di fihak yang buntung. 

Gambar terkait

politik kini adalah jauh lebih luas daripada dahulu. Kini ia boleh memilih, kini ia boleh masuk parlemen, kini ia boleh bersuara, kini ia boleh memprotes, kini ia boleh berkehendak, – dulu ia hanyalah budak semata-mata yang hanya mempunyai kewajiban dan tidak mempunyai hak. 
                                                                                                                    Mochtadin si beted

terbentuknya piagam jakarta

PersiapanKemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 10-16 Juli 1945, setelah melalu proses yang sangat alot melibatkan dua kelompok bangsa yang berpengaruh saat itu, kelompok Islam dan kelompok nasionalis (kebangsaan). Panitia Sembilan itu sendiri merupakan panitia kecil yang dibentuk oleh BPUPKI. Piagam yang juga memuat rumusan sila Pancasila ini, selanjutnya menjadi cikal bakal lahirnya Undang-Undang Dasar 1945.

PIAGAM JAKARTA  diberikan oleh salah satu tokoh Nasional 1945, Muhammad Yamin. Piagam ini dirumuskan oleh Panitia Sembilan pada tanggal 22Juni 1945 di rumah bung Karno 
kita sama-sama akan melihat isi dari salah satu dokumen bersejarah yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. SEPERTI DI BAWAH INI

terbentuknya piagam jakarta


                                                                                                                 Mochtadin si beted

Senin, 03 Juli 2017

wisata trowulan asesoiris dan cindera mata

pernak pernik wisata 

                                 trowulan
GAMBAR TERKAITGAMBAR TERKAITGAMBAR TERKAIT
Gambar terkait
 Gambar terkaitGAMBAR TERKAITGambar terkaitGAMBAR TERKAITGambar terkaitGambar terkaitGambar terkaitGAMBAR TERKAITGambar terkaitGAMBAR TERKAITGAMBAR TERKAITGambar terkaitGAMBAR TERKAIT

Bagi anda traveler sejati pastinya tahu dong kabupten mojokerto, ya mojokerto merupakan sebuah kabupaten yang berlokasi di provinsi jawa timur. seperti halnya kabupaten lainya di jawa timur, mojokerto juga mempunyai tempat wisata yang tak kalah indahnya dengan kota kota lain di jawa timur seperti malang,surabaya, blitar dan juga pacitan.
Gambar terkaitHal yang membuat mojokerto patut anda kunjungi karena di mojokerto terdapat berbagai macam tempat wisata yang meliouti wisata alam hingga wisata budaya. Anda bisa berwisata di tempat bersama keluarga dan juga kerabat dekat ataupun sahabat pastinya akan lebih menyenangkan. Selain anda menikmat keindahan wisata trowulan , mungkin gak asing di telinga bahwa trowulan ada beberapa tempat wisata peninggalan jaman kerajaan majapahit .
Gambar terkaitGambar terkaitBila saudara saudara menginjakkan kaki di trowulan saudara gak hanya menikmati wisatanya aja tapi di tempat tempat wisata trowulan saudara juga bisa mempunyai kenang kenangan dari wisata trowulan . seperti saudara ketahui saat saudara ke wisata jogja Borobudur , saudara pengen membawa pulang kenamg kenangan dari jogja seperti kaos ber gambar wisata di daerah itu , di trowulan juga gak kalah , saudara juga bisa membawa kenang kenangan gak hanya kaos ber logokan tempat wisata trowulan , pernak pernik asesoris lain  juga bisa saudara dapat untuk di bawa pulang sebagai kenang kenangan dari wisata trowulan selain kaos ber logo wisata trowulan kenang kenangan lain yang bisa saudara bawa pulang , seperti  gantungan kunci bermotif wisata trowulan , patung dari kuningan . pernak pernik lain yang bisa saudara bawa pulang buat CINDERA MATA juga ada  …. 

Gak hanya menikmati swasana wisata , di trowulan juga ada kuliner yang mungkin di tempat tempat wista lain GAK ada yaitu masakan sambel wader , saudara juga bisa menikmatinya .
                                                                     Mochtadin si beted

Jerman dan Sejarahnya serta efek penyatuan kembali jerman barat dan timur

Jerman, Sejarahnya dan penyatuan kembali jerman 
Gambar terkaitJerman  dan Sejarahnya serta efek penyatuan kembali jerman barat dan timur  
Jerman  dan Sejarahnya serta efek penyatuan kembali jerman barat dan timur
Jerman dan Sejarahnya
sebagai suatu negara modern dianggap baru dimulai semenjak terbentuknya Konfederasi Jermanpada tahun 1915 yang dimotori oleh Kerajaan Prusia. Namun, kawasan ini telah memainkan banyak peran penting, terutama dalam sejarah Eropa, sejak masa prasejarah (pra-Romawi). Wilayah yang sekarang menjadi wilayah Republik Federal Jerman telah dihuni oleh berbagai kelompok masyarakat berbagai etnik, bahkan Homo neanderthalensis, sejenis primata hominid yang sangat dekat kekerabatannya dengan manusia (Homo sapiens).
Periodisasi
Masa prasejarah Jerman dianggap sebagai masa sebelum kedatangan bangsa Romawi yang kemudian menuliskan berbagai catatan mengenai wilayah itu.
Catatan sejarah mengenai wilayah yang sekarang disebut Jerman dimulai sejak adanya laporan-laporan Romawi dan Yunani mengenai kaum biadab ("Barbar") yang mendiami bagian utara Pegunungan Alpen. Masa ini dapat disebut sebagai era protosejarah.
Era sejarah dimulai sejak abad ke-5, berbagai kaum feodal yang dikenal sebagai Kekaisaran Suci Romawi, yang membentang selama hampir 10 abad, dari abad ke-9 sampai tahun 1806. Pada masa kejayaannya, teritori kekaisaran ini mencakup wilayah modern Jerman, Austria, Slovenia, Ceko, Polandia Barat, Perancis timur, Swiss, dan Italia utara modern. Setelah pertengahan abad ke-16, ketika kehilangan banyak teritori bangsa non-Jerman, kekaisaran ini disebut sebagai "Kekaisaran Romawi Suci Bangsa Jerman".
Perang Napoleon mengubah alur sejarah, dari orientasi feodalisme menjadi negara militeristik, dengan terbentuknya Konfederasi Jerman tahun 1815–1866,Kekaisaran Jerman tahun 1871–1918, dan Republik Weimar tahun 1919–1933. Setelah pemerintahan Jerman Nazi Adolf Hitler tahun 1933–1945 yang membawa kehancuran bangsa ini dalam Perang Dunia II, muncullah Republik Federal Jerman (Jerman Barat) dan Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) sebagai simbolPerang Dingin, hingga Jerman bersatu kembali pada tahun 1990.
Prasejarah jerman
Bukti tertua peninggalan penghuni wilayah yang sekarang disebut Jerman pertama kali ditemukan di daerah lembah Sungai Neckar di dekat Heidelberg, tepatnya di Gemeinde Mauer, Rhein-Neckar-Kreis, Baden-Württemberg, yaitu rahang bawah dari makhluk sejenis manusia yang dikenal sebagai Homo heidelbergensis (berusia sekitar 600.000 hingga 500.000 tahun). Selanjutnya ditemukan sisa-sisa dari Homo steinheimensis, yang terkenal adalah tombak dari Schöningen. Dari H. heidelbergensis muncul keturunannya, yang disebut Homo neanderthalensis, yang sisa-sisanya berusia sekitar 130.000 tahun, di kala Eropa mulai memasuki Zaman Es terakhir. Mereka bertahan selama 100.000 tahun, sebelum akhirnya punah.
.
Tanda-tanda penghuni baru muncul setelahnya, dengan berbagai temuan yang diduga berasal dari peninggalan manusia Cro-Magnon. Perkembangan peradaban dengan tingkat budaya Batu Baru (Neolitikum) dibawa penghuni-penghuni selanjutnya. Mereka diketahui telah mengenal perladangan, peternakan, dan mulai menetap. Selanjutnya ditemukan sisa-sisa perkembangan kemampuan perundagian (ditemukan lembaran logam dengan sapuan emas dari masa Zaman Perunggu dan gambaran langit di Sachsen-Anhalt. Peninggalan berusia 2000 tahun SM ini menunjukkan adanya pengetahuanastronomi dasar.

Jerman  dan Sejarahnya serta efek penyatuan kembali jerman barat dan timur
jerman di bawah kekuasaan romawi
Memasuki periode protosejarah Jerman — di kala berita-berita luar menyebut tentang adanya bangsa lain (Jerman), tetapi belum ada sumber langsung dari yang bersangkutan —, sumber-sumber Yunani Kuno dari sekitar abad ketiga Sebelum Masehi menyebut ada bangsa barbar (biadab) yang menghuni wilayah barat Sungai Rhein sebagai "orang Kelt" dan yang menghuni sisi timur (atau tepatnya di utara Laut Hitam) sebagai "orang Skythia". Poseidonios dari Yunani (sekitar tahun 80 SM) yang pertama kali menyebut mengenai "orang Jerman" yang menghuni wilayah di antara hunian orang Kelt dan Skythia. Ketiga penggolongan ini kemudian dipakai oleh Julius Caesar.
Dari hasil peninggalan arkeologi, orang Kelt diketahui telah menghuni sisi timur Rhein di bagian hulu dan tengah Jerman (Baden-Wuerttemberg, Bayern, sertaHessen) pada masa pra-Romawi (sampai paruh kedua abad I Sebelum Masehi, sebelum serangan Julius Caesar). Sisa-sisa peninggalan pemukiman mereka ditemukan di daerah tepian Sungai Neckar, Rhein, Lahn, dan sebagainya. Temuan itu berupa berbagai peralatan sehari-hari dan artefak-artefak pemujaan ditemukan, namun tidak dijumpai sisa-sisa bangunan.
Orang Jermanik kebanyakan menghuni bagian utara, setelah mereka bermigrasi dari Skandinavia. Pada masa selanjutnya, tidak jarang kemudian orang Jermanik dan Kelt hidup berdampingan, terbukti dari adanya berbagai peninggalan dari kedua kebudayaan ini .

Perlawanan Arminius dan pengaruh Romawi

Salah satu di antara banyak pemimpin Germanik itu adalah Arminius (Hermann der Cherusker, menurut Martin Luther), dari suku Cheruski. Ia diangkat sebagai perwira pasukan Romawi dan bertugas di beberapa medan pertempuran di wilayah Eropa timur,  Ketika ia kembali pada tahun 8 Maseh , ia membentuk pasukan ,  Pertempuran pertama terjadi pada tahun 9 M, yang mengakibatkan gugurnya jendral Romawi, Quinctilius Varus, dan kepalanya dipenggal.Pertempuran-pertempuran berikutnya terjadi hingga 16 Masehi , Sepeninggal Arminius (21 M), yang menurut Tacitus "dibunuh oleh saudaranya", suku-suku Germanik kembali saling berperang hingga orang Romawi kembali dapat menguasai wilayah selatan dan barat dan mendirikan Provinsi Germania Inferior ("Germania Hilir"), Germania Superior ("Germania Hulu"), dan Raetia. Selain itu, orang Romawi membangun tembok panjang (dikenal sebagai "Limes") untuk membatasi wilayahnya dan melindungi diri dari serangan-serangan kaum Jermanik. Sisa-sisa Limes ini masih dapat ditemukan pada masa sekarang, memanjang dari tepi Sungai Rhein di Hessen sebelah barat hingga di dekat Passau di Bayern. Sisa-sisa Limes sekarang menjadi Warisan Dunia UNESCO.
Pada masa inilah budaya Romawi diadopsi oleh puak-puak Germanik, baik yang tinggal di dalam maupun di luar wilayah taklukan. Banyak kata-kata Romawi dipinjam ke dalam bahasa-bahasa Jerman. Selain itu, orang-orang Jermanik mulai mampu mengorganisasi diri secara politik.


Penyatuan kembali Jerman 
Selepas pemilihan umum bebas pertama Jerman Timur pada tanggal 18 Maret 1990, rundingan di antara Jerman Timur dan Jerman Barat selesai dalam satu kesatuan perjanjian, manakala rundingan di antara Jerman Timur dan Jerman Barat serta empat kuasa pendudukan menghasilkan kononnya "Perjanjian dua tambah empat" yang menegaskan kedaulatan penuh kepada negara kesatuan Jerman.
Hasil gambar untuk Penyatuan kembali Jerman Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebasNegara Jerman yang telah bersatu menjadi anggota Komunitas Eropa (kemudian Uni Eropa) dan NATO. Istilah "Penyatuan kembali" digunakan berbeda dengan persatuan awal negara Jerman pada tahun 1871. Walaupun biasanya disebut dengan istilah "Penyatuan kembali", ia sebenarnya suatu "penyatuan" bagi negeri Jerman kepada satu entitas yang lebih besar, yang tidak pernah ada sebelum ini (lihat Sejarah Jerman). Para politisi Jerman sendiri menghindari pemakaian istilah seperti ini dan lebih suka menyebutnya sebagai die Wende.
Latar belakang
Setelah berakhirnya Perang Dunia II di Eropa, Ibu kota lamaBerlin, sebagai pusat Dewan Kontrol Tentara Sekutu sendiri dibagi menjadi empat zona. dari tahun 1947, kedatangan Perang Dingin menyebabkan Perancis, Britania Raya dan Amerika Serikat menggabungkan zona-zona mereka ke dalam Republik Federal Jerman (dan Berlin Barat) pada 1949.
wilayah-wilayah timur Pomerania dan Silesia, serta separuh dari pada selatan Prusia Timur, diberikan kepada Polandia dan separuh daripada utara Prusia Timur (kini dikenal sebagai Kaliningrad Oblast) diberikan kepada Uni Soviet.
Rencana pertama untuk menyatukan bagian-bagian wilayah Jerman diajukan oleh Josef Stalin pada 1952 di bawah syarat-syarat sebagaimana yang kemudian diambil untuk Austria
Mulai 1949 dan seterusnya, Republik Federal Jerman dibangun menjadi suatu negara barat kapitalis dengan sebuah "ekonomi pasar sosial" dan pemerintahan demokratis berparlemen Pertumbuhan ekonomi berpanjangan bermula dalam 1950 dan menghasilkan satu "keajaiban ekonomi" 30-tahun .  Pelarian orang Jerman Timur ke negara non-komunis melalui Berlin Barat menyebabkan Jerman Timur menegakkan satu sistem penjagaan perbatasan ketat (yang mana Tembok Berlin adalah bagian darinya) pada 1961 untuk mencegah pelarian massal ini.
Pemerintahan Jerman Barat dan sekutu NATO-nya pada mulanya tidak mengakui Republik Demokratis Jerman (Jerman Timur) atau Republik Rakyat Polandia, mengikut Doktrin Hallstein. Hubungan antara Jerman Timur dan Jerman Barat senantiasa dingin sehingga Kanselir Barat Willy Brandt melancarkan pemulihan hubungan baik yang kontroversial dengan Jerman Timur (Ostpolitik) pada tahun 1970-an.
Berakirnya pemisahan

Pada pertengahan tahun 1980-an Penyatuan kembali Jerman oleh rakyat Jerman Barat dan Timur secara luas dianggap sebagai suatu cita-cita atau harapan tinggi tak terhingga yang sulit dicapai. Pada bulan Agustus 1989, pemerintahan reformis Hongaria menghilangkan peraturan ketat di perbatasannya dengan Austria dan pada September lebih dari 13.000 warga Jerman Timur bisa melarikan diri ke Barat melalui Hongaria. Pada tanggal 6–7 Oktober 1989, Gorbachev melawat Jerman Timur untuk memperingati hari ulang tahun Jerman Timur yang ke-40 dan mendorong para pemimpin Jerman Timur untuk menerima perubahan. 

Pada tanggal 18 Maret 1990 pemilihan umum bebas pertama dan satu-satunya dalam sejarah Jerman Timur telah dilaksanakan. Pemerintahan yang dipilih diberi mandat utama untuk berunding dengan Jerman Barat masalah persatuan dan membubarkan dirinya sendiri. Seorang ahli ideologi ternama Jerman Timur dalam 1989, menyatakan "Polandia akan tetap menjadi Polandia meskipun komunisme runtuh . Di bawah Perdana Menteri Lothar de Maizière, Jerman Timur berunding dengan Jerman Barat, Britania Raya, Perancis, Amerika Serikat dan Uni Soviet mengenai syarat-syarat untuk Penyatuan kembali Jerman.
Karena keberatan Uni Soviet bahwa Jerman Timur ditarik menjadi anggota NATO, maka sebuah perjanjian dibuat bahwa Jerman yang bersatu boleh tetap menjadi anggota NATO, namun tentara NATO tidak boleh ditaruh di Jerman Timur. tanggal 18 Mei 1990 untuk Uni Ekonomi, Sosial dan Moneter yang berlaku mulai tanggal 1 Juli 1990. Pada tanggal 23 Agustus, Volkskammer (Parlemen Jerman Timur) mengesahkan tanggal 3 Oktober 1990 sebagai tanggal bergabungnya Jerman Timur dengan Jerman Barat.
Einigungsvertrag ("Perjanjian Persatuan") telah ditanda tangani pada tanggal 31 Agustus 1990 oleh wakil-wakil Jerman Barat dan Jerman Timur. Pada tanggal 12 September 1990 Perjanjian Penyelesaian Akhir yang Berkenaan dengan Negara Jerman ("Perjanjian Dua tambah Empat") telah ditandatangani dan secara resmi mendirikan ulang kedaulatan kedua negara Jerman.

Efek penyatuan ulang

Biaya persatuan ulang telah menimbulkan suatu beban yang berat kepada ekonomi Jerman dan telah mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jerman menjadi tersendat-sendat Sebab utama untuk biaya yang sangat besar ini adalah lemahnya ekonomi Jerman Timur, khususnya jika diperbandingkan dengan Jerman Barat; lalu nilai tukar di antara mata uang Jerman Timur dan Jerman Barat yang secara artifisial ditinggikan demi alasan politik, Walaupun dilakukan investasi besar-besaran oleh Jerman Barat, banyak perusahaan Jerman Timur hancur ketika harus bersaing dengan Jerman Barat.
Selama tahun 1980-an, ekonomi kapitalis Jerman Barat menjadi makmur, sedangkan ekonomi komunis Jerman Timur merosot. Industri yang dulu tidak perlu bersaing karena didukung oleh pemerintah Jerman Timur harus diswastanisasikan.

Sebagai akibat daripada persatuan ulang, kebanyakan mantan daerah Jerman Timur telah kehilangan industrinya, dan menyebabkan suatu pengangguran yang  sebesar.
                                                                                                     Mochtadin si beted

BEBERAPA hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang bahasa Inggris

Sepuluh hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang bahasa Inggris


Hasil gambar untuk Sepuluh hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang bahasa InggrisAnda berbicara bahasa yang mengangkangi dunia seperti, bahasa Inggris tidak mungkin menjadi bahasa pertama Anda dan Anda cenderung berasal dari latar belakang terdidik .Inilah sepuluh hal yang mungkin belum Anda ketahui tentang bahasa luar biasa:

1. 
10 bahasa yang paling banyak digunakan di dunia, hanya bahasa Inggris yang tidak memiliki akademi yang membimbingnya.
Ada alasan politis untuk ini. Inggris yang paling dekat yang pernah datang untuk memiliki akademi bahasa adalah pada awal abad 18, ketika penulis Perjalanan Gulliver's Travel, Jonathan Swift melobi keras untuk sebuah akademi karena "Bahasa kita sangat tidak sempurna ... Perbaikan hariannya tidak berarti sebanding dengan Korupsi sehari-hari (dan) dalam banyak kasus, hal itu bertentangan dengan setiap Bagian Tata Bahasa.
Di Amerika Serikat, sebuah undang-undang untuk penggabungan sebuah akademi nasional tidak berhasil dimasukkan ke dalam kongres pada tahun 1806. Empat belas tahun kemudian, American Academy of Language dan Belles Lettres diluncurkan bersama John Quincy Adams sebagai presiden, namun bubar setelah dua tahun setelah menerima Sedikit dukungan politik atau publik.
Saat ini, satu-satunya negara berbahasa Inggris yang memiliki akademi bahasa adalah Afrika Selatan. Karena bahasa Inggris telah menjadi begitu banyak di mana-mana tanpa ada panduan, masih sedikit prospek siapa pun yang memulai akademi dalam waktu dekat. Dimana itu Di Inggris, rumah bahasa itu? Atau Amerika Serikat, di mana populasi berbahasa Inggris terbesar tinggal

2. Lebih dari 1 miliar orang belajar bahasa Inggris
Menurut British Council, sekitar 1 miliar orang di seluruh dunia belajar bahasa Inggris pada tahun 2000. Angka ini sekarang cenderung meningkat secara signifikan.

3. 96 dari 100 kata bahasa Inggris yang paling umum adalah bahasa Jerman
Dari seratus kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris, 96 memiliki akar bahasa Jerman. Bersama-sama, 100 kata tersebut membentuk lebih dari 50% Corpus Inggris Oxford, yang saat ini berisi
Kata-kata yang paling sering digunakan adalah daging dan tulang bahasa, hal penting yang membuat kerja komunikasi, termasuk saya, Anda, pergi, makan, dan sebagainya. Bahasa Inggris kuno berkembang dari berbagai bahasa Jerman yang sampai ke Kepulauan Inggris pada paruh kedua milenium pertama AD.
Sedangkan bahasa telah berubah hampir tidak dapat dikenali sejak saat itu, termasuk tata bahasa, kata-kata dasar tetap ada.

4. tapi kebanyakan kata yang sudah masuk bahasa sejak 1066 memiliki asal latin
Jika bahasa Inggris adalah bahasa pertama Anda, namun bahasa Prancis atau Spanyol lebih mudah dipahami daripada bahasa Jerman, Anda tidak sendiri. Ini mungkin aneh ketika bahasa Inggris dan Jerman berada di cabang pohon bahasa Indo-Eropa yang sama.
Renaisans, yang dimulai di Italia dan mencapai Inggris melalui Prancis, merupakan sumber kosakata baru. Gagasan baru, atau gagasan lama ditemukan kembali, mulai membanjiri kota-kota di selatan namun tidak ada kata-kata untuk menggambarkannya dalam bahasa Inggris. Jadi bahasa tersebut mengadopsi atau menyesuaikan kata-kata Latin. Selama Renaisans, leksikon Inggris berukuran kira-kira dua kali lipat.
Pergeseran dari bahasa Jermanik, bagaimanapun, telah dimulai lebih awal, karena ...

5. Selama lebih dari satu abad, aristokrasi Inggris tidak dapat berbicara bahasa Inggris
William the Conqueror mencoba belajar bahasa Inggris pada usia 43 tapi menyerah. Dia tampaknya tidak terlalu menyukai tanah yang telah dia penaklukan pada tahun 1066, menghabiskan separuh dari masa pemerintahannya di Prancis dan tidak mengunjungi Inggris sama sekali selama lima tahun ketika berkuasa. Tentu saja, baron berbahasa Prancis ditunjuk untuk menguasai tanah.
Dalam 20 tahun orang Normandia mengambil alih kekuasaan di Inggris, hampir semua institusi keagamaan lokal berbahasa Prancis. Para bangsawan membawa serta pengiring besar dan diikuti oleh pedagang Prancis, yang hampir pasti bercampur bilingually dengan pedagang Inggris. Pada gilirannya, orang Inggris ambisius akan belajar bahasa Prancis untuk maju dalam kehidupan dan bergaul dengan para penguasa baru. Sekitar 10.000 kata bahasa Perancis masuk dalam bahasa Inggris di abad ini setelah invasi Norman.

6 .Tidak banyak yang menunjukkan bahwa aristokrat sendiri berbicara bahasa Inggris. Tidak sampai akhir abad ke-12 kita memiliki bukti anak-anak aristokrasi Inggris dengan bahasa Inggris sebagai bahasa pertama. Pada tahun 1204, bangsawan Inggris kehilangan tempat tinggal mereka Perancis dan bahasa Inggris yang diadopsi sebagian sebagai masalah kebanggaan nasional! ... itulah sebabnya kata-kata Latin terdengar lebih bergengsi daripada pemikiran orang-orang Jerman. Pikirkan tentang perbedaan antara rumah (bahasa Jerman) dan rumah besar (Prancis), atau antara awal dan awal, antara memanggil seseorang dengan raja atau raja.
Bahasa Inggris memiliki sejumlah sinonim jarak dekat, di mana perbedaan utamanya adalah tingkat formalitas atau prestise. Bentuk bergengsi hampir selalu merupakan bahasa Latin. Nama binatang dan daging juga mencerminkan fenomena ini. Cerita lama berlanjut bahwa, dalam bahasa Inggris, hewan-hewan tersebut memiliki nama Jerman tapi dagingnya yang dimasak memiliki daging Prancis. Sebagai contoh, babi adalah orang Jerman tapi babinya orang Prancis, domba itu orang Jerman tapi daging kambing adalah bahasa Prancis. Apakah ini karena penutur bahasa Inggris bekerja di peternakan sedangkan penutur bahasa Prancis memakan hasilnya? Ini tentu mungkin.

7. Konsep ejaan "benar" cukup baru. Ada banyak alasan mengapa ejaan bahasa Inggris sangat tidak menentu, termasuk kurangnya akademi, kontribusi dari Nuh Webster dan pengenalan percetakan William Caxton sebelum perubahan besar dalam pengucapan.
     Tapi gagasan ejaan yang benar atau salah tidak dianggap penting sampai abad ke-17 ketika kamus pertama diterbitkan. Bahkan saat itu, ini sebagian besar merupakan perdebatan untuk para akademisi dan penulis. Sambil membaca, misalnya, bersikap liberal dalam ejaan kata-katanya, sering menggunakan banyak varian dalam satu teks; Namanya sendiri telah dibilang dengan berbagai cara selama berabad-abad. Seorang pria bertanggung jawab atas perbedaan antara ejaan Amerika dan InggrisNoah Webster, yang namanya masih Anda temukan di depan banyak kamus Amerika, adalah seorang pria patriotik. Lahir di West Hartford, Connecticut pada tahun 1758, dia percaya bahwa sebuah negara berkembang yang hebat seperti Amerika Serikat membutuhkan bahasanya sendiri: Inggris Amerika.

8 . Webster menemukan bahasa Inggris di buku teks pada waktu yang akan rusak oleh aristokrasi Inggris, juga Banyak pengaruh Perancis dan Klasik. Dia menulis buku-buku Amerika untuk pelajar Amerika, mewakili sebuah negara yang muda, bangga dan berpikiran maju. Antara tahun 1783dan 1785, dia menghasilkan tiga buku tentang bahasa Inggris untuk anak-anak sekolah Amerika.
Selama masa hidupnya, 385 edisi Speller-nya diterbitkan. Ejaan warna AS modern awalnya dieja dengan cara Inggris, warnanya, tapi ini berubah dalam edisi selanjutnya. Perbedaan lainnya termasuk ejaan Amerika Serikat yang bertentangan dengan pusat Inggris, dan Webster ingin membuat ejaan lebih logis, sesuai dengan sebuah negara yang didirikan berdasarkan prinsip-prinsip progresif. Ini adalah contoh langka dari seorang penulis kamus yang mencoba memimpin bahasa Inggris daripada menggambarkannya.
   Di Inggris, penggunaan "Amerikanisme" hampir dijamin untuk membuat orang marah. Tapi tidak semua Americanisme seperti apa penampilan mereka. Misalnya ...

9. bukan sufiks Amerika. Ada kepercayaan populer bahwa kata-kata seperti mempopulerkan / membuat, memaksimalkan / ize dan mendigitalkan memiliki ejaan yang berbeda dalam bahasa Inggris Inggris dan Amerika. Lihatlah z itu - bukankah itu manis ,  Ini harus menjadi bahasa Amerika, Tidak menurut Kamus Inggris Oxford, yang menolak bahasa Prancis untuk bahasa Inggris kuno yang baik: ...
 Tidak ada alasan mengapa dalam bahasa Inggris ejaan Prancis khusus harus diikuti, yang bertentangan dengan Yang sekaligus etimologis dan fonetik. Dalam Kamus ini penghentiannya ditulis ulang secara seragam. (Di Gr. -ιζ-, saya pendek, jadi awalnya di L., tapi konsonan ganda z (= dz, ts) membuat suku kata panjang, ketika z menjadi konsonan sederhana, (-idz) menjadi īz , Dari mana Eng. (-aɪz).)


10. Bahasa Inggris akan banyak berubah selama hidup Anda, suka atau tidak! Satu-satunya hal yang konsisten dalam bahasa adalah perubahan. Ketika sebuah bahasa berhenti berubah, bahasa itu menjadi murni akademis, seperti bahasa Latin atau bahasa Yunani kuno. Kata-kata baru selalu diciptakan setiap saat. Jika Anda bertanya kepada seseorang dua puluh tahun yang lalu apakah mereka telah menghubungi orang yang baru mereka kenal di facebook, mereka akan menatap Anda dengan hampa (periksa ejaan masih memberi mereka garis ketidaktahuan yang sangat buruk) .Vokalisme berubah lebih cepat daripada tatabahasa, tapi bahkan tatabahasa bahasa Inggris Sedang berkembang. Misalnya, datif yang semakin digantikan oleh siapa. Siapa yang bisa kamu salahkan? Beberapa dekade yang lalu, ini akan melompati halaman sebagai kesalahan gramatikal, tapi tidakkah itu terlihat baik sekarang ,  Penulis Travel Gulliver's Travel Jonathan Swift" adalah contoh tata bahasa yang akan terdengar Sangat aneh bahkan lima puluh tahun yang lalu. Satu hal yang pasti: dengan lebih dari satu miliar orang berbicara bahasa Inggris di seluruh dunia dan, untuk pertama kalinya, kebanyakan dari mereka mengucapkannya sebagai bahasa kedua, ada banyak perubahan yang akan datang!

                                                                                        BY; MOCHTADIN SI BETED